Toserba-SuryaMandiri Online Shop! Sedia produk-produk Persyarikatan.Info&Order di : 081578000883, PIN BB: 2b16bc65

The Shop

LoadingUpdating...

 

Sale / Discount - "Matahari Pembaruan"

\"Matahari Pembaruan\"Detail Produk
Penulis : H.M.Nasruddin Anshory CH.

Dalam rentang perjalanan Muhammadiyah selama satu abad ini, ternyata intelektualitas belum menjadi masalah yang mengemuka. Padahal, Kiai Ahmad Dahlan saat mendirikan Muhammadiyah telah menegaskan perlunya memadukan antara intelektualitas dan aktivitas.

Karena itu, warga Muhammadiyah harus terus menerus mengedepankan intelektualitas dan aktivitas dalam wujud karya dan komitmen sosial untuk menjawab krisis multidimensional bangsa ini, sebagaimana yang telah dilakukan Kiai Ahmad Dahlan seabad lalu.
-Prof.Dr."Buya" Syafii Ma'arif-
 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.35.000
Harga: Rp.33.000
Hemat: Rp.2.000

Produk ini habis terjual.

"Benteng Muhammadiyah"

\"Benteng Muhammadiyah\"Detail Produk
Penulis : Mu'arif

SINOPSIS :

Haji Fachrodin murid KH.Ahmad Dahlan. Dia tak pernah merampungkan pendidikan formal, tapi selalu haus akan ilmu dan pengalaman praksis di lapangan. Bakat alamiah telah mengantarkan Haji Fachrodin sebagai tokoh pers, aktivis kaum buruh, dan politikus ulung. Radius pergaulannya luas melampaui sekat-sekat ideologi, politik, dan golongan.

Sewaktu mas Marco Kartodikromo menerbitkan surat kabar Doenia Bergerak (1914), Haji Fachrodin dipercaya sebagai kontributor surat kabar ini. Dia juga tercatat sebagai anggota Inlandsche Journalisten Bond (IJB). Pada tahun 1915, Haji Fachrodin bersama KH.Ahmad Dahlan, HM.Hisyam, R.H.Djalil, M.Siradj, Soemordirdjo, Djojosoegito, dan KRH.Hadjid merintis penerbitan Soewara Moehammadijah. Haji Fachrodin dipercaya sebagai Hoofredacteur pertama majalah Soewara Moehammadijah. Di tahun yang sama, Haji Fachrodin bergabung dengan Haji Misbach menerbitkan surat kabar Medan-Moeslimin di Solo. Dua tahun kemudian (1917), keduanya menerbitkan surat kabar Islam Bergerak.

Bersama RM.Soerjopranoto, Haji Fachrodin menggalang kekuatan kaum buruh di Yogyakarta melakukan aksi-aksi pemogokan. Lewat surat kabar Srie Diponegoro (1919), Haji Fachrodin lantang menyuarakan anti kapitalisme dan anti kolonialisme sehingga dia berkali-kali masuk penjara (delik pers).

Tanggal 17 Juni 1920, Haji Fachrodin ditahbiskan sebagai ketua pertama Hoofdbestuur Muhammadiyah Bagian Tabligh. Satu penemuan penting, ketua pertama Hoofbestuur Bagian Tabligh ini ternyata pernah menjadi pengurus Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) dan aktivis insulinde.

Radius pergaulan Haji Fachrodin sangat luas. Dia memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh pergerakan revolusioner, seperti Alimin, Semaoen, Darsono, dan Haji Misbach. Sebagai Penningmeester Centraal Sarekat Islam (CSI), Haji Fachrodin juga memiliki hubungan dekat dengan kelompok SI putih, seperti HOS Cokroaminoto, Abdoel Moeis, dan Haji Agoes Salim.
 
Berat : 450 gram

Harga: Rp.65.000

Sale / Discount - "Muhammadiyah Gerakan Pembaruan"

\"Muhammadiyah Gerakan Pembaruan\"Detail Produk
Penulis : DR.H.Haedar Nashir

SINOPSIS :

Muhammadiyah sejatinya gerakan pembaruan. Gerakan Tajdid Fil-Islam. Jika diperas hingga ke inti terdalam maka yang ditemukan dalam gerakan Islam yang didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan ini adalah api pembaruan. Karakter pembaruan Muhammadiyah jauh lebih kuat ketimbang sifat Muhammadiyah yang lainnya. Teologi, Ideologi, hingga model aksi gerakan Muhammadiyah berwatak pembaruan, yang bermuara pada modernisme atau reformisme Islam. Pembaruan itu diwujudkan dalam mendobrak kebekuan berpikir umat dengan membangun pemahaman Islam yang berkemajuan. Selain itu Muhammadiyah mempelopori lahirnya sistem Pendidikan Islam modern, pelayanan kesehatan dan sosial, pemberdayaan kaum miskin dengan gerakan Al-Ma'un, merintis gerakan perempuan Islam ke ruang publik melalui 'Aisyiyah, dan karya pembaruan lainnya yang membangkitkan kebangunan dunia Islam dan modernisasi kehidupan masyarakat. Pembaruan Muhammadiyah berangkat dari gagasan dasar al-ruju ila al-Qur'an wa al-Sunnah, yakni gerakan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Langkahnya pemurnian Islam untuk menemukan ajaran yang otentik, sekaligus melahirkan Islam yang berkemajuan. Kendati sering disebut ad-hoc, pembaruan Muhammadiyah dalam lintas abad ke-20 merupakan suatu lompatan. Di belakang hari pembaruan Muhammadiyah langsung atau tidak langsung telah menjadi alam pikiran (state of mind) mayoritas umat Islam, termasuk bagi mereka yang dulu menentangnya.
 
Berat : 500 gram

Harga: Rp.65.000
Harga: Rp.61.500
Hemat: Rp.3.500

"Muhammadiyah Persamaan dan Kebersamaan"

\"Muhammadiyah Persamaan dan Kebersamaan\"Detail Produk
Penulis : H.M.Muchlas Abror

SINOPSIS :

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi. Organisasi kesatuan (unitaris) ini disusun bertingkat dari bawah : Ranting, Cabang, Daerah, dan Wilayah. Pada setiap tingkat mempunyai fungsi dan tugas kewajiban sesuai dengan tingkatnya.

Muhammadiyah memiliki tiga pilar yang menggerakkan sistem gerakannya, yaitu : Jam'iyyah (organisasi), Imamah (kepemimpinan), dan Jamaah (warga, anggota, umat).

Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar, adalah bagian dari masyarakat. Hubungan antar pimpinan baik secara vertikal maupun horizontal, dan antara pimpinan dengan anggota dalam Muhammadiyah adalah sangat egaliter dan tanpa sekat penghambat. Selain itu, kebersamaan dalam Muhammadiyah telah melahirkan banyak amal usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
Berat : 300 gram

Harga: Rp.35.000

"Matahari-Matahari Muhammadiyah"

\"Matahari-Matahari Muhammadiyah\"Detail Produk
Penulis : H.Djarnawi Hadikusumo
SINOPSIS :
Dalam tatanan tata surya, matahari memegang peranan penting, memimpin dan berkuasa. Dia dikelilingi oleh planet-planet yang seolah-olah menjadi pengikutnya. Daya MAtahari mengikat mereka hingga tidak terlepas dari peredaran. Sembilan planet beredar mengelilingi Matahari dengan penuh keserasian. Matahari menjadi pemimpin yang mengendalikan anak buahnya, bergerak seolah-olah terapung mengarungi keserasian yang lebih luas.

Matahari adalah pemimpin, dia mengikat, membimbing, dan memberi daya serta cahaya. Dan dia mengarahkan dengan segala daya dan wibawa yang ada padanya. Maka setiap pemimpin hendaklah berbuat dn bersikap sebagai Matahari, menerangi, membimbing dan mencahayai semua yang ada disekitarnya.

Pemimpin adalah penegak yang jika kelompok itu jatuh tergelincir, dia akan membangunkan. Jika kelompok tersesat maka dia akan menunjukkan jalanya. Jika kelompok itu terjatuh, maka dia akan menolongnya. Kelompok tanpa pemimpin yang terlalu banyak peminatnya ingin memimpin, akan lebih menderita

Pemimpin sejati adalah mereka yang mempunyai syarattertentu. Dia harus memiliki akal yang sehat, memiliki kecerdasan yang memadai, berilmu dan berpengalaman, peka dan memiliki keperwiraan serta harga diri. Selain itu, dia juga memiliki dedikasi,kejujuran, keberanian dan sanggup berkorban untuk kelompok yang dipimpinnya.

Hiduplah seperti matahari, sanggup dan berani menerangi!.
 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.30.500

"Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan, Dalam Hikmah Muhammadiyah"

\"Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan, Dalam Hikmah Muhammadiyah\"Detail Produk
Penulis : Prof.DR.H.A.Munir Mulkhan,SU.

SINOPSIS :

Selama ini terkesan bahwa gerakan Muhammadiyah berada pada posisi yang berseberangan dengan kekuasaan Kerajaan Mataram Yogyakarta. Sebaliknya, pertentangan dan kadang konflik justru sering terjadi dengan ulama kerajaan yang notabene keluarga Kiai Ahmad Dahlan sendiri. Konflik tersebut antara lain bisa dilihat ketika murid-murid Kiai Ahmad Dahlan meluruskan Kiblat Masjid Besar Kauman Yogyakarta dengan memberi garis putih pada setiap shaf. Kanjeng Penghulu yang ketika itu dijabat Kiai Kamaludiningrat segera memerintahkan pegawainya untuk merobohkan surau yang didirikan Kiai Ahmad Dahlan.

Kesal dan seperti setengah putus asa akibat suraunya dirobohkan, secara diam-diam Kiai Ahmad Dahlan bersama istrinya berniat meninggalkan kota Yogyakarta. Namun kepergian Kiai segera diketahui kakak iparnya, Kiai Saleh, yang mencegah dan berjanji membangun kembali surau baru. Sesudah itu tidak terjadi penentangan terhadap berbagai gagasan Kiai Ahmad Dahlan yang cukup berarti dari komunitas Kauman Yogyakarta, dan Muhammadiyah pun terus berkembang.

Situasi psikologis di awal pembaruan Kiai Ahmad Dahlan tersebut di atas bisa menjadi bahan renungan mengenai peran gerakan keagamaan seperti Muhammadiyah. Disinilah hikmah Muhammadiyah dan pesan-pesan terakhir Kiai Ahmad Dahlan relevan dijadikan bahan kajian mengenai bagian gerakan ini memainkan peran baru di tengah hegemoni peradaban global yang kapitalistik.

Hikmah Muhammadiyah merupakan tradisi yang lahir secara kurang disadari tetapi mewarnai pola hidup dan pengambilan kebijakan organisasi. Hikmah Muhammadiyah merupakan nisbat pandangan keagamaan dan penyebaran nilai-nilai kehidupan dari para pemimpin dan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Demikian pula pola kehidupan pendiri gerakan ini, Kiai Ahmad Dahlan, yang hingga kini beberapa nasehatnya masih terus hidup dan sanubari aktivitas Muhammadiyah di pusat kota atau yang berada jauh di daearh terpencil.
 
Berat : 300 gram

Harga: Rp.38.000

"Pak AR Muballigh nDeso"

\"Pak AR Muballigh nDeso\"Detail Produk
Penulis : Drs.Suratmin
SINOPSIS :
Sudah 15 tahun Pak AR meninggalkan kita. Namun rasanya Pak AR masih sering bersama kita. Dalam berbagai pengajian dan pertemuan serta perbincangan sehari-hari nama Pak AR masih sering disebut segera tergambar sosok hamba Allah yang ikhlas, sederhana, jujur, santun, rendah hati dan berjiwa besar dengan kepemimpinan yang sangat relevan pada zamannya.

Pak AR Muballigh nDeso



 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.30.000

"Manhaj Gerakan Muhammadiyah"

\"Manhaj Gerakan Muhammadiyah\"Detail Produk
Penulis : DR.H.Haedar Nashir
SINOPSIS :
Pemikiran-pemikiran formal Muhammadiyah yang bersifat ideologis, khittah dan langkah secara keseluruhan dimaksudkan untuk menjadi landasan atau fondasi, ciri khas, pedoman, peneguhan, penguatan, arahan, dan bingkai gerakan menuju pencapaian tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Secara umum pemikiran-pemikiran formal dan mendasar yang dimiliki Muhammadiyah tersebut sangat memadai sebagai fondasi, pedoman dan arah gerakan, kendati ke depan perlu disistematisasi lebih menyatu dalam satu bangunan pemikiran yang utuh dan menyeluruh. Kini, berpulang kepada seluruh warga lebih khusus para kader dan pimpinan persyarikatan di segenap struktur dan lini organisasi termasuk amal usaha Muhammadiyah untuk menjadikan sebagai Manhaj Gerakan Muhammadiyah dalam makna dan fungsi yang sesungguhnya menuju tercapainya tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan lebih luas lagi untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin di muka bumi ini.

Manhaj Gerakan Muhammadiyah



 
Berat : 500 gram

Harga: Rp.82.000

"Tafsir Langkah Muhammadiyah"

\"Tafsir Langkah Muhammadiyah\"Detail Produk
Penulis : KH.Mas Mansyur (Ketua HB Muhammadiyah 1937-1942)

SINOPSIS :

Pada dasarnya materi dalam buku ini merupakan buah dari pengajian rutin malam Selasa (Cursus Hoofdbestuur Muhammadijah di Yogyakarta).

KH.Mas Mansyur, Ketua Hoofdbestuur Muhammadijah 1937-1942, merumuskan materi pengajian secara filosofis.

Kandungan materi pengajian yang penuh idealisme menjadkan pemikiran KH.Mas Mansyur ini sebagai gugus pemikiran ideologis pertama dalam Muhammadiyah.
 
Berat : 100 gram

Harga: Rp.10.000

"Salat Tarawih dalam Tinjauan Usul Fikih, Sejarah, dan Fikih"

Penulis : Prof. DR. H. Syamsul Anwar, MA
Penerbit : Suara Muhammadiyah

Sinopsis :
Banyak buku telah ditulis mengenai shalat tarawih, akan tetapi yang satu ini memiliki kekhususannya sendiri dalam mengupas masalah tersebut. Buku ini memiliki beberapa keistimewaan karena,
pertama, meninjau masalah shalat tarawih berdasarkan pendekatan ushul fiqih, kedua, kajiannya didukung pula oleh perspektif historis yang memaparkan bagaimana perkembangan shalat tarawih dari abad ke abad di Masjid Nabawi di Madinah. Ketiga, Hadist-hadist yang digunakan, sebagai dasar argumen diotentikasi secara komprehensif sehingga jelas nilai argumentasinya. Buku ini dilengkapi dengan ringkasan umum sehingga pembaca yang tidak sempat membaca uraian panjang dan berliku dapat menemukan kesimpulan segrera dengan membaca ringkasannya. Buku ini dapat menghimpun secara padat dan singkat uraian panjang lebar dalam kitab-kitab fikih tentang qiyam ramadhan ini.

Salat Tarawih



 
Berat : 730 gram

Harga: Rp.72.500

"Makin Lama Makin Cinta"

Penulis :
- Soekarno
- HM. Junus Anies
- AR. Fachruddin
- Hayyinah Mawardi
- Siti Baroroh Baried
- AH. Nasution
- Roeslan Abdulgani

Kata Pengantar : Haedar Nashir

Penerbit : Suara Muhammadiyah
\"Makin Lama Makin Cinta\"Detail Produk
"Makin Lama Makin Cinta"
Dengan sedikit bicara banyak bekerja, Muhammadiyah telah memodernisasi cara mengembangkan agama Islam, sehingga diseluruh tanah air Indonesia Mulai Sabang sampai Merauke telah berdiri cabang-cabang dan ranting-rantingnya. Selaku orang yang pernah berkecimpung dalam lingkungan Muhammadiyah, saya ingin berpesan kepada saudara-saudara, supaya selalu berpegang teguh kepada motto : Banyak Bekerja!... Inilah sebabnya Muhammadiyah berkumandang menjadi besar.
-PIDATO BUNG KARNO DALAM MUKTAMAR SETENGAH ABAD MUHAMMADIYAH DI JAKARTA TAHUN 1962-

Makin Lama Makin Cinta



 
Berat : 230 gram

Harga: Rp.44.000

"Memahami Ideologi Muhammadiyah"

Penulis : Haedar Nashir
Penerbit : Suara Muhammadiyah

Sinopsis :
Apa Ideologi Muhammadiyah itu? Apa perbedaan ideologi Muhammadiyah dengan ideologi-ideologi gerakan Islam lain? Pemikiran resmi apa saja yang termasuk dalam ideologi Muhammadiyah? Kenapa dan untuk apa Muhammadiyah merumuskan pemikiran-pemikiran ideologi dalam gerakannya? Kenapa masih ada anggota Muhammadiyah tidak paham dengan ideologi Muhammadiyah dan lebih paham ideologi dan paham Islam lain? Apa langkah Muhammadiyah untuk merevitalisasi gerakannya secara ideologis? Buku Memahami Ideologi Muhammadiyah ini mengupas tuntas tentang ideologi Muhammadiyah.
Muhammadiyah kini berada dalam pusaran ideologi dan dinamika kehidupan yang sangat kompleks. Berkembang pula dinamika ideologi Islam Kontemporer. Geraakan-gerakan Islam Salafi, Tarbiyah, Hizbut Tahrir, Majelis Mujahidin, Front Pembela Islam, Jamaah Tabligh, Majelis Tafsir Al-Qur'an, Ansharut Tauhid, Ikatan Jamaah Ahlul Bait, dan gerakan Islamisme hadir dengan militan di kalangan umat. Ada pula Jaringan Islam Liberal dan berbagai gerakan sejenis yang memiliki kekuatan intelektual yang tidak kalah militan. Sementara berbagai ideologi besar dunia kian meluaskan paham dan hegemoninya secara masif.
Bagaimana Muhammadiyah mendayung di antara berbagai gerakan dan perkembangan ideologi yang pusparagam itu? Pahamkan anggota, kader, dan pimpinan Persyarikatan dan Amal Usaha dengan ideologi Muhammadiyah serta tidak terbawa arus ideologi lain? Bagaimana sebaiknya seluruh warga dan institusi Muhammadiyah membangun komitmen diri dengan ideologi Muhammadiyah yang berakarakter Islam berkemajuan dan berwatak reformis-modernis itu? Buku ini hadir untuk berbagi wawasan yang meneguhkan dan mencerahkan bagi siapapun yang ingin tetap cerdas dan istiqomah dalam pergerakan Muhammadiyah

Memahami Ideologi Muhammadiyah



 
Berat : 260 gram

Harga: Rp.45.000


Switch to our mobile site