Toserba-SuryaMandiri Online Shop! Sediakan produk Persyarikatan. Info&Order di : 081578000883, PIN BB: 266B4595

The Shop

LoadingUpdating...

 

Rasul Tidak Mengajarkan TAHLILAN, YASINAN, dan RUWAHA

Rasul Tidak Mengajarkan TAHLILAN, YASINAN, dan RUWAHADetail Produk
Penulis : Basyarudin bin Nurdin

SINOPSIS :

Tahlilan, Yasinan, dan Ruwahan merupakan praktek ibadah yang sama sekali tidak ada contoh dari Nabi SAW., Sementara sesuatu dikatakan ibadah jika jelas menurut Qoidah Ushul Fiqih, praktek ibadah apapun hakikatnya terlarang kecuali ada dalil yang memerintahkan.

Nampaknya wajar jika penulis mengupas tuntas permasalah ini dengan harapan memberikan masukan ke sesama muslim agar kembali ke jalan Islam.

Buku ini tidak dimaksudkan untuk mencaci maki atau menunjukkan ketidaksukaan terhadap individu atau ormas tertentu, semata-mata menegakkan syariah Islam. Seandainya ada bantahan atau klaim, silahkan menulis buku serupa sebagai pembanding.
 
Berat : 120 gram

Harga: Rp.18.000

Sale / Discount - Membongkar Kesesatan Tahlilan, Yasinan, Ruwahan, Tawassul, Istighotsah, Ziarah, Maulid Nabi SAW

Membongkar Kesesatan Tahlilan, Yasinan, Ruwahan, Tawassul, Istighotsah, Ziarah, Maulid Nabi SAWDetail Produk
Penulis : Basyarudin Bin Nurdin

SINOPSIS :
Bid’ah, bagi sebagian masyarakat Islam di Indonesia, khususnya di pedesaan, di pelosok-pelosok perkampungan masih dirasakan sebagai sebuah istilah yang “menakutkan”. Padahal, jika saja setiap muslim mengetahui hakekat bid’ah tentu akan mengecam dan menjauhinya.
Salah satu macam bentuk perbid’ahan yang marak di tengah-tengah masyarakat kita adalah kebiasaan Tahlilan, Yasinan, Selamatan, Ruwahan, Tawassul, Tabarruk, Istighotsah, Ziarah Kubur, Maulid Nabi.
Disebagian daerah yang sarat dengan adat istiadat yang kental dengan tradisi, mereka meyakini hal itu sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang mereka, dari para leluhur mereka, dari bapak-bapak mereka. Jika ada muballigh yang menyinggung masalah “perbid’ahan” acapkali dicap sebagai “MERESAHKAN MASYARAKAT”, “MEMECAH BELAH UMMAT”. Kondisi seperti ini terjadi karena salah satu alasan utamanya adalah sebagaian dari tokoh agamanya mereupakan DEDENGKOT, PELPOR, PEMIMPIN, dan PEMBELA UTAMA PERBID’AHAN. Tulisan ini untuk membebaskan masyarakat (Umat Islam) dari belenggu TAKLID BUTA dan FANATISME BUTA dan mengembalikan ajaran Sunnah Rasulullah SAW., yang telah dirusak manusia-manusia yang fasik dan munafik.
 
Berat : 230 gram

Harga: Rp.40.000
Harga: Rp.38.000
Hemat: Rp.2.000


Switch to our mobile site